Merasa "Disandera" Risma, PKS Usung Kader Sendiri di Pilwali Surabaya


SURABAYA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Surabaya merasa "disandera" oleh bakal calon kuat walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Itu karena hingga saat ini, belum pernah ada komunikasi politik antara Risma dengan PKS terkait pilwali Surabaya Desember mendatang.

"Secara politik, PKS merasa kecewa, karena saat Risma di-impeacment oleh DPRD Kota Surabaya beberapa waktu lalu, PKS berada di barisan depan untuk membelanya," kata Ketua DPW PKS Jawa Timur, Hamy Wahjunianto, Sabtu (30/5/2015).

Sementara PKS kata dia, tidak boleh tersandera dengan kondisi tersebut, sehingga harus bersikap dan menjalin komunikasi politik dan berkoalisi dengan seluruh partai termasuk PDIP supaya bisa ikut pilwali Surabaya.

Apalagi, di DPRD Surabaya, PKS hanya memiliki lima kursi, sehingga menjalin koalisi wajib dilakukan.  Hamy mengaku juga sudah menyiapkan tiga nama kadernya untuk menjadi kontestan di Pilwali Surabaya. Ketiganya adalah, Suyanto, Reni Astutik, dan dia sendiri.

"Ketiga nama kandidat itu merupakan hasil penjaringan dan survei di internal PKS. Namun, soal siapa dan posisinya sebagai apa itu akan dipilih, itu bergantung pada hasil kesepakatan bersama antara PKS dengan partai koalisi yang lain," jelasnya.

PKS bergabung dengan lima partai lainnya yang menggalang koalisi besar untuk menandingi Risma. Kelima partai parlemen itu adalah PKB, Golkar, PAN, Gerindra, dan Partai Demokrat. Kabarnya, keenam partai koalisi tersebut akhir-akhir ini intens menjalin pertemuan untuk menemukan konsep koalisi yang paling ideal, sekaligus mencari nama yang paling pantas untuk menyaingi popularitas Risma di Pilwali nanti.

Sumber: KOMPAS




Subscribe to receive free email updates: