Berada satu grup bersama tuan rumah, Brasil membuat kedua tim harus benar-benar memanfaatkan momen dalam setiap pertandingan yang dilakoni. Karena, peta kekuatan di grup A memang sangat merata, kecuali Brasil yang memang sudah tidak diragukan lagi pengalamannya di ajang piala dunia.
Dikutip dari ANTARANEWS, Meksiko punya perjalanan tidak mulus. El Tri sampai dua kali mengganti pelatih dalam langkah perjalanan tiga bulan terakhir. Federasi Sepak bola Meksiko mendepak Jose Manue de la Torre yang gagal membawa tim tampil ciamik di babak penyisihan grup Zona Karibia, Amerika Tengah, dan Utara (CONCACAF).

Pelatih berkebangsaan Jerman Volker Finke relatif sedikit punya waktu untuk menukangi Kamerun. Ia diangkat dan ditunjuk sebagai pelatih sejak Mei 2013. Ia menerapkan kekompakan dan kedisiplinan dalam tim. Ia memilih formasi 4-3-3, meski kreativitas masih terlihat minim di sana-sini.
Kamerun berharap kepada kiprah Eto'o sebagai kapten. Pemain ini memiliki pengaruh yang cukup besar dalam tim. Ia bahkan disebut sebagai pemain yang turut campur tangan dalam pemilihan pemain.
Eto'o berperan penting dalam pola serangan yang dibangun tim. Ia memang berperan sebagai striker sejati. Lini sayap diserahkan kepada Eric Maxim Choupo-Moting dan Benjamin Moukandjo. Pemain yang terakhir ini kerapkali berperan sebagai full-bek.
Di lini bek tengah, ada pemain yang kini membela Marseille Nicolas N’Koulou dan Joel Matip (Schalke). Sementara di bawah mistar, ada Charles Itandje yang terus tampil konsisten di level klub. Penampilannya kian impresif bagi timnas Kamerun.
Dan berikut adalah susunan pemain dari kedua tim:
Meksiko (5-3-2):
Ochoa (penjaga gawang), Layun, Moreno, Rodriguez, Marquez, Aguilar, Guardado, Vasquez, Herrera, Dos Santos, Peralta
Pemain cadangan:
Corona, Salcido, Reyes, Fabian, Brizuela, Pulido, Hernandez
Kamerun (4-3-3):
Itandje (penjaga gawang), Nyom, Nkolou, Chedjou, Bedimo, Mbia, Song, Enoh, Moukandjo, Eto'o, Moting.
Pemain cadangan:
Ndjouk, Asoou, Djeugou, Matip, Makoun, Aboubakar, Webo.