Dari gambar sampul tersebut, banyak pengguna sosial media yang heboh atas munculnya sampul ini. Banyak pengguna yang mengomentari dan berbagi sampul dari majalah Time ini. Bahkan, ada juga yang mengedit sampul ini dan menjadikan sampul ini sebagai pelesetan dari film Star Wars lantaran judul dari cover tersebut adalah "Jokowi: A New Hope".

Bagi sebagian orang, dari judul tersebut sepetinya terlihat biasa saja. Tapi, bagi para penggemar seri Star Wars pasti mengerti. Karena "A New Hope" adalah judul film Star Wars yang pertama kali di rilis pada tahun 1977 silam.
Dari gambar sampul Time tersebut, muncul lagi 2 gambar lainnya yang merupakan hasil editan dari beberapa orang iseng. Dalam 2 gambar lain itu, terlihat ada gambar ketua umum partai Gerindra, Prabowo Subianto yang berjudul "Empire Strikes Back" dan yang satunya bergambar wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dengan judul "Return of The Jedi".
Mengutip dari
Kompas Tekno
, Headline majalah Time "A New Hope" memang sama dengan judul film Star Wars pertama yang dirilis pada tahun 1977. Dalam film ini, karakter utama Luke Skywalker bersama Kesatria Jedi bersama-sama menyelamatkan alam semesta dari ancaman Galactic Empire pimpinan Darth Vader.Sementara dalam Empire Strikes Back yang menjadi film kedua yang dirilis tahun 1980-an, Darth Vader berencana membalas dendam dengan mengejar Luke Skywalker dan Rebell Alliance. Pada seri ini Luke berguru tentang kekuatan Force kepada Yoda, seorang Master Kesatria Jedi.
Return of the Jedi melengkapi trilogi saga Star Wars yang dirilis pada tahun 1983. Pada seri ini, Luke Skywalker dan sahabatnya, Han Solo, bahu-membahu menghancurkan Death Star yang sedang dibangun kembali oleh Darth Vader dan The Emperor.
Banyak tanggapan mengenai tiga sampul majalah Time hasil olahan digital tersebut di jejaring sosial. Sebagian besar mengungkapkan rasa kekagumannya karena judul headline dan foto yang ditampilkan sesuai dengan kondisi politik di Indonesia akhir-akhir ini, seperti Jokowi yang akan dilantik menjadi Presiden RI, sementara parlemen dikuasai oleh Koalisi Merah Putih di bawah pimpinan Partai Gerindra.