Yusril : Jokowi Harus Perintahkan Polri Agar Tak Represif


Menanggapi peristiwa Makassar Kamis 27 November 2014, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan keprihatinan mendalam. Melalui akun twitter pribadinya, hari ini, Jumat, 28 November 2014, Yusril menyuarakan dengan lantang peristiwa ini.


"Ini terjadi di  era Presiden Jokowi >> Warga Terlindas Water Canon Saat Bentrok di Makassar", demikian tulis Yusril.

Link berisi berita tindak kekerasan Polri kepada mahasiswa dan warga di Makassar itu rupanya telah menggugah nuraninya.

Berikutnya, inilah yang disampaikan Yusril melalui akun twitter pribadinya @YusrilIhza_Mhd:

1. Presiden harus memberikan perintah kepada Kapolri untuk menghentikan tindakan berlebihan dalam menangani demo mahasiswa

2. Unjukrasa menentang kebijakan Pemerintah dalam menaikkan harga bbm tetap harus dihormati sbg hak setiap warganegara

3. Polri memang berkewajiban menegakkan hukum dan memelihara kamtibmas, namun tindakan harus wajar dan terukur

4. Jauhi tindak kekerasan, ambil tindakan wajar dan seperlunya untuk menegakkan hukum dan kamtibmas

5. Presiden Jokowi harus tunjukkan di era pemerintahannya POLRI bertindak simpatik kpd rakyat, bukan bertindak repressif.

Bila Komisi III DPR RI sudah berencana memanggil Kapolri Jendral Sutarman untuk menjelaskan
ikhwal tragedi Makassar 27 November 2014, maka perlu kiranya pula, Jokowi, sebagai pemimpin negara tidak membiarkan persoalan ini berkembang sebagai bola liar dan panas yang akan membahayakan kepemimpinannya. (fs)

Subscribe to receive free email updates: