Erdogan Resmikan Kompleks Komunitas Muslim Pertama Di Amerika Serikat


Kompleks Islam di Maryland yang terdiri dari masjid, pusat budaya, pusat riset Islam, museum seni Islam, penginapan, dan sepuluh rumah tradisional Turki yang tersebar akan diresmikan oleh Erdogan.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan akan memulai kunjungannya ke Amerika Serikat (AS) pada Selasa (29/3) dan salah satu agendanya ialah pesmian America Religion Center yang berlokasi di Maryland, tidak jauh dari Washington DC. Erdogan berencana menghadiri Nuclear Security Summit 2016 yang diadakan di AS pada tanggal 29 Maret-2 April 2016. Agendanya ke AS juga diikuti dengan peninjauan pembangunan konstruksi kompleks komunitas muslim Turki di Maryland.

Pusat budaya Islam Turki juga bertujuan menyediakan informasi yaang benar seputar Islam dan umat muslim, pedoman untuk kaum muslim dalam beribadah serta moral dan prinsip-prinsip agama, dan menciptakan lingkungan dialog yang harmonis dan saling bertoleransi.

Masjid yang dibangun terinspirasi dari seni arsitektur pada masa dinasti Ottoman di abad ke-16 dan satu-satunya masjid di AS yang memiliki dua menara. Masid ini disertai taman yang mampu menampung 3000 orang. Di bawah masjid terdapat museum seni Islam.


Pusat budaya ini didirikan dengan gaya khas bangsa Seljuk dan memiliki perpustakan juga aula pertemuan. Pusat riset Islam yang berlokasi di dalam kompleks dimaksudkan untuk memfasilitasi warga Turki yang mengambil studi di AS.

Di dalam museum berisi koleksi kaligrafi Islam, miniatur, dan kerajinan marmer. Para tamu juga akan dilayani dengan kuliner khas Ottoman, kopi Turki, dan permen tradisional.

Terpisah dari koleksi permanen, pertunjukan kaligrafi bertema Cinta Kepada Nabi atau Ask-i Nebi juga akan ditampilkan sebagai acara pembukaan.

Kompleks pusat budaya Islam Turki merupakan "kompleks sosial Islam Ottoman terbesar di dunia" yang berlokasi sekitar 10 mil dari Washington DC. Secara resmi kompleks ini dinamakan Diyanet Center of America dan berdekatan dengan komunitas muslim Turki. Dengan luas 60 are, di dalam kompleks ini dibangun masjid Turki terbesar yang dibangun di luar wilayah Turki. Pembangunan kompleks ini disponsori oleh DIB dan organisasi-organisasi non-profit.


Hilmi Senalp, penanggung jawab bagian arsitektur sebelumnya mengatakan bahwa kompleks dibangun berdasarkan tradisi kulliye yang merupakan kompleks sosial dan agama masa dinasti Ottoman. "Kuliye merupakan basis muslim urban yang berharmoni dengan pelayanan pada sektor agama, sosial, ekonomi, dan kesehatan. Oleh karena itu dibangunlah masjid, sekolah, dapur umum, rumah sakit, kamar mandi umum, dan pasar. Jadi kompleks ini dibuat berdasarkan konsep tersebut." Ia juga menambahkan," Kompleks ini penting sebagai perwajahan Turki dan komunitas muslim. Kompleks ini dibangun juga untuk memenuhi kebutuhan komunitas muslim di sini. Ini merupakan campuran antara seni arsitektur Turki dengan Amerika. Hal ini akan memperkaya sejarah budaya Amerika dan peradaban."

Para arsitek mengatakan bahwa mereka membawa bahan material dari Turki. Para seniman Turki juga dilibatkan dalam proyek tersebut. (portapiyungan)

Sumber: dailysabah.com




Subscribe to receive free email updates: