Pembunuh Dakwah!


Bahasanya sih sederhana: "Awas riya" "Awas statusmu bisa merusak amalmu"

Lalu apa yang mereka dapatkan?
Tidak ada, apakah mereka menghujat para penghujat? Tidak.

Benar, iri terhadap ilmu dan amal adalah baik, jika kita ingin menyainginya. Namun sangatlah buruk jika hanya ingin menjatuhkannya.

Beberapa bulan yg lalu ada postingan ± begini:
"Berangkat ke masjid sholat jamaah, lalu pergi liqo, setelah itu membaca surat alkahfi pan malam jumat, tidak lupa nanti sahur coz masih yaumul bidh, eh semua amalan sia2 karena ditulis di fb"

Apa iya?

Sombong benar seseorang yg menyebut amalan muslim lainnya dg kata 'riya', emang situ bisa baca pikiran seseorang? Itu namanya suudzon!

Tahukah bahwa postingan kalian "Awas Riya" telah membuat orang lain males berdakwah?

Lihatlah sekarang di beranda sosial media kalian,
Masih adakah yg mengingatkan ttg liqo?
Ttg puasa senin kamis dan yaumil bidh?
Ttg tilawah dan menghafal?
Ttg membaca surah alkahfi?
Dll?

Masih adakah?
Kalau di berandaku sekarang sepi. Sangat sepi.

Bahkan yg ingin mengingatkan ttg puasa Yaumil Bidh (13-14-15) saja, apa yg ia lakukan? ia photo bulan lalu ia berkata "indahnya purnama hari pertama". Bayangakan, segitunya coba (karena takut dituduh riya sehingga menyamarkan).

Sanggupkah kalian menanggung beban suudzon dan kekosongan dakwah?
Apa jawaban kalian nanti?

Berapa banyak orang yg tadinya lupa hari jumat, jadi ingat sholat jumat karena ada yg memposting ttg sholat jumat?

Berapa banyak yg ikut puasa berkat ada yg mengingatkan ttg hari senin kamis maupun yaumul bidh?

Berapa byk orang yg teringat untuk membaca alquran karena ia lupa tilawah hari ini, karena tilawah wajib tiap hari?

Berapa byk orang yg tersadar untuk pergi pengajian, taklim dan liqo karena ada orang yg memposting agendanya yg kebetulan sama?

Tapi....
Dengan suudzonnya dan sombongnya kita buat status "Awas Riya".

Tanpa sadar kita sudah jadi pembunuh dakwah!

Kalaupun riya, inipun kalaupun, maka ia mendapat 1 dosa, dan ia akan mendapatkan kebaikan pahala dari orang2 yg bersemangat karena postingannya 10 pahala setiap orang yg mengikutinya tanpa mengurangi pahala orang tersebut.

Eeeehhhh
Sekarang muncul yg terbaru.

"Jangan bicara agama tinggi-tinggi kalau sholat shubuhnya saja ga ke masjid"

Apakah yg memposting rajin shubuh ke masjid (3 bulan tanpa absen)? Tidak, seseorang yg rutin shubuh di masjid tidak akan memposting hal semacam ini.

"Seandainya seseorang tidak boleh memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran sehingga ia menjadi orang yang bersih dari semua dosa, maka tidak ada seorang pun yang memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran." (Sa’id bin Zubair)

So...
Berhati-hatilah dalam berbicara.
Jangan jadi pembunuh dakwah.

(By. Pemuda Peduli Umat)




Subscribe to receive free email updates: