Dima al-Wawi, Gadis Palestina Termuda (12 Tahun) yang Ditawan Israel Bangga Mengaku 'Hamas'


Dima al-Wawi yang berusia 12 tahun mencium ibunya didepan kamera saat ia pulang ke rumah mereka di Tepi Barat, Palestina.

Sehari setelah ia dilepaskan dari penjara Israel, dimana ia menjadi tahanan Palestina termuda, Dima bingung tentang apa yang ia ingin ceritakan pada media dan seperti pra-remaja pada umumnya, malu saat ibunya menceritakan bagaimana seorang tahanan muda lainnya menawarkan jaket untuk menjaganya tetap hangat.

Dalam berbagai foto,wajah Dima memberi kesan seseorang yang berusia lebih tua dari 12 tahun, tapi di rumahnya di Halhul pada hari Senin (25/4), ada tanda-tanda ia kembali lebih hidup dan seperti anak kecil lagi.

"Saat saya melihatnya, ia seperti sangat lelah dan saya berharap ia dapat segera kembali ke kehidupan normalnya," sebut ibu Dima Sabha al-Wawi. "Saya telah menunggu dalam waktu lama agar putri saya kembali ke rumah, dan saat ia pulang rasanya seperti Hari Raya Ied."

Dima dilepaskan setelah mengaku bersalah atas tuduhan mencoba menusuk seorang warga Israel setelah ia dihentikan dan ditahan di pemukiman Karmei Tzur dekat rumahnya, tapi orangtuanya yakin bahwa pengakuannya dipaksakan.

"Kami memang petani, kami punya kapak dan pisau (sebagai alat pertanian), tapi bukan berarti kami akan membunuh seseorang," ucap Sabha.

Namun Ayah Dima mengklaim anaknya memang menyebut bahwa ia merencanakan sebuah penyerangan di pemukiman itu karena taktik aparat keamanan yang menakut-nakuti serta menginterogasi tanpa henti.

"Aparat keamanan (Israel) di pemukiman menghentikan saya, dia bersenjata dan memerintahkan saya untuk tiarap dan mengikat tangan saya dengan plastic (zip-ties). Dia berdiri di punggung saya dan berkata bahwa ia akan menembak saya," sebut Dima.

"Saya lupa berapa lama saya didalam sel penjara. Saya tak ingat berapa banyak detektif dan polisi yang meneriaki saya, bertanya apakah saya akan membunuh para pemukim (yahudi)," sebut Dima. "Mereka berkata apakah kau Hamas atau Fatah? Saya diam. Setelah mereka terus bertanya apakah kau Hamas atau Fatah saya (hanya) berkata Hamas."

Ayahnya, Ismail dan pengacara mereka telah mengajukan komplaim bahwa, bertentangan dengan hukum internasional, mereka tak diizinkan menemui Dima setelah ia ditahan dan selama interogasi yang berujung pada hukuman 4,5 bulan penjara yang dijatuhkan pada Februari lalu, dimana akhirnya hukuman ini dipotong karena usia mudanya.

"Israel tak tahu malu karena menahan anak-anak. Menginvestigasinya tanpa pengacara atau keluarganya adalah illegal, terutama karena ia hanyalah anak kecil," sebut Ismail. "Saya ikut bersedih atas anak-anak Palestina yang ditahan dan sekarang ada di penjara-penjara Israel. Semua organisasi Hak Asasi Manusia harus menolong anak-anak ini."

Sumber: Anadolu Agency




Subscribe to receive free email updates: