PDI P Seperti Menepuk Air di Dulang, Terpercik Muka Sendiri













PDI Perjuangan mengkonfirmasi rumor yang mulanya beredar di blog Kompasiana terkait tindak tanduk Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. Kesimpulannya, Abraham Samad sakit hati terhadap Budi Gunawan lantaran urung menjadi cawapres Joko Widodo dalam Pilpres 2014 lalu.



Cerita Pemilu Presiden 2014 lalu belum usai. Kini, sisi lain dari proses politik Pemilu Presiden (Pilpres) dibuka oleh PDI Perjuangan. Jelas, mulanya proses tersebut sifatnya rahasia. Kini, diumbar begitu saja. Sasarannya jelas, Abraham Samad merupakan sosok ambisius dan pendendam. Lebih dari itu, putera Bugis itu juga dituding menyalahgunakan wewenangnya sebagai Ketua KPK.



Peristiwa yang dikisahkan oleh Pelaksana Tugas Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto ini tentu tidaklah berdiri sendiri . Ada cantolan peristiwa lainnya. Status hukum calon Kapolri Komjen (Pol) Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK tentu tidak bisa dipisahkan begitu saja.



Hasto menyebutkan, saat masa akhir penetapan cawapres Jokowi pada 19 Mei 2014, dirinya bertemu dengan Abraham Samad pukul 00:30 untuk menyampaikan putusan akhir cawapres Jokowi adalah Jusuf Kalla (JK). Saat itu, kata Hasto, Abraham berkata "Ya saya mengetahui itu, karena saya telah menyadap. Penyebab dari tidak dipihnya beliau adalah Budi Gunawan," kata Hasto menirukan pernyataan Abraham dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis 22 Januari 2015.



Dalam kesempatan tersebut, Hasto mengatakan mulanya dirinya ingin mengungkap ihwal pertemuan Abraham dengan pihak PDI Perjuangan. Namun Hasto memiliki alasan khusus mengapa dirinya membukanya.



"Saya tidak ingin menyampaikan ini. Tapi karena ada penyadapan dan ada cerita rumah kaca, sehingga saya perlu menyampaikan ini," sebut Hasto.



Rumah kaca merujuk judul tulisan di blog milik Kompas yang menyebut secara detil pertemuan tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Hasto membenarkan seluruh isi dari tulisan tersebut .



"Pada dasarnya saya tidak ingin membuka ini. Tapi ketika beliau mengatakan fitnah (tulisan rumah kaca Abraham Samad), saya ingin menyampaikan hal ini," imbuh Hasto.



Kisah yang disampaikan Hasto Kristiyanto ini direspons secara luas oleh kalangan politisi hingga internal KPK. Ketua Komisi Hukum DPR RI Aziz Syamsuddin mengatakan Komite Etik KPK bisa dibentuk untuk menindaklanjuti keterangan Hasto Kristiyanto.



"Komite etik sudah ada di KPK. Apabila disepakati, Komite Etik tentu akan berjalan, kami hormati saja, apakah kebenarannya didukung oleh fakta atau tidak kita tunggu," cetus Aziz.



Sementara Wakil Ketua Komisi Hukum dari Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman mengatakan bila benar penjelasan Hasto Kristiyanto tentang penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK merupakan barter atas kekecewaan Abraham Samad tentu memiliki dampak yang tidak sederhana.



"Ini sudah masuk ranah pidana, bukan lagi masalah etik," tegas Benny.



Sementara terpisah Deputi Pencegahan KPK Johan Budi mengatakan bila yang disampaikan Hasto Kristiyanto benar pihaknya akan melihat sejauh mana dokumen soal pertemuan tersebut.



"Tentu kami harus melihat sejauh mana dokumen soal rekam jejak itu, apalagi ini adalah lembaga KPK, meskipun yang terlibat ketua KPK, tentu KPK (akan) terlibat di sana," cetus bekas Jubir KPK ini.



Pengamat Anggaran Politik Uchok Sky Khadafi mempertanyakan motif PDI Perjuangan membuka soal pertemuan pihaknya dengan Abraham Samad. Ia menuding PDI Perjuangan telah merusak KPK.



"Kenapa baru sekarang dibuka? Bukankah PDIP memang menggadang Abraham Samad?" kata Uchok di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta.



Menurut dia, kemarahan PDI Perjuangan ini diduga terkait dengan penetapan tersangka Budi Gunawan oleh KPK.Padahal, kata Uchok, apa yang dilakukan PDI Perjuangan justru membuka aib sendiri.



"PDIP seperti peribahasa menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Jokowi dan PDIP nyatanya juga menggadang Abraham Samad saat itu. Kenapa Abraham yang disudutkan?" tandas Uchok. [in/mdr/fs]






Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :